Selasa, 22 Mei 2012

MUHAMMAD AL-FATIH 1453 (4)



Muhammad Al-Fatih 1453
Episode 4: "Gazi Devlet"

Jika ada yang menyamai cara hidup bani Arab dalam hal keberanian, kehormatan dan kekuatan, maka itu pastilah Bani Turki.Mereka sama2 hidup di ruang terbuka, bertahan di alam yg ekstrim, piawai dalam berkuda, dan selalu dalam keadaan siaga. Di pinggang mereka selalu terselip pedang, kehormatan adalah prinsip hidup merekam, dan agama adalah fondasinya.Begitulah bani Turki mengingatkan kaum Muslim akan kejayaan futuhat sebagaimana Kekhilafahan Umayyah, awal2 Islam.

Tatkala pejabat2 Kekhilafahan Abbasiyah mulai kehilangan taji mereka di mata musuh, bani Turki mengembalikannya.Dan sungguh bani Turki tak mengecewakan Khilafah Abbasiyah ketika diberikan tugas menjaga perbatasan dan meluaskannya.Bani Turki bergelar "Protector of The (Abbasid) Caliph" tak hanya menjaga mereka, namun menjadi pedang mereka.Peradaban yang maju serta kemudahan dalam dunia menenggelamkan pejabat2 Abbasiyah, mereka lalai dengan kekuatan musuh.Kenikmatan dunia menenggelamkan sebagian besar Muslim pada kemalasan tak berujung, abai terhadap kehormatan darah.Begitulah akhir dari Khilafah Abbasiyah Baghdad ketika diremukkan oleh Hulagu Khan pada 1258, Baghdad dijarah! Perlu 2 tahun bagi bani Turki dibawah Saifuddin Qutuz dan Rukunuddin Baybars untuk mengakhiri nestapa itu.

Di Ain Jalut, pasukan Khilafah Abbasiyah diwakili 2 Sultan Mamluk berhasil mengusir pasukan Mongol Hulagu Khan. Rupanya, kehadiran Mongol tidak hanya membawa penghancuran kota Baghdad dan berpindahnya Khilafah Abbasiyah ke Kairo. Invasi ini juga menyebabkan sejumlah bani Turki Muslim lain terusir dr wilayahnya di Timur mencari peruntungan ke bagian barat. Dan perpindahan ini menyebabkan Khilafah Abbasiyah bertambah kuat, dan berganti posisi menjadi penakluk bukan yg ditaklukkan. Rombongan kecil nan berani itu dipimpin oleh Suleyman bin Kutalmuish, pemimpin 100 lebih rombongan pengungsi dari Turkistan. Sama sperti bani Turki yang lain, Suleyman pun mengabdi pada Khilafah Abbasiyah menjadi penjaga di wilayah perbatasan Khilafah.

Keturunan Suleyman, Ertugrul menjadi pemimpin bani Turki yang disegani, cucunya pun mewarisi kepiawaian keduanya, Utsman. Walau masih sangat muda, Utsman dibimbing oleh Syaikh Edebali, dan mempunyai visi besar dan keislaman yang kuat. Visinya menaklukkan 4 gunung dan 4 sungai yang terletak di barat dan timur dunia, yang berbentuk laksana sabit.Dan hadiah utamanya terletak di tengah 4 gunung dan 4 sungainya, kota idaman Muslim, Konstantinopel.

Tatkala sampai di usia kecil, keberanian dan ketangkasan Utsman telah memberinya posisi penting di kalangan Sultan Saljuk.Pada 1299 Utsman menyatukan sebagian besar bani Turki termasuk Bani Saljuk Turki, dan membentuk kesultanan di perbatasan Khilafah.Kesultanan baru ini mempunyai visi futuhat yang sangat kuat, mendedikasikan kekuasaannya pada perang dan kehormatan Muslim.Mereka menyebutnya Kesultanan Utsmani,

~Gazi Devlet - Negeri para Ksatria Allah

Utsman sendiri digelari dengan Sultan Utsman Gazi, sultannya para ksatria Islam, sultan pembela kaum Muslim di perbatasan.Utsman benar2 menggarisbawahi bahwa mereka adalah gazi, ksatria Allah, pelindung Khilafah Abbasiyah dan pedangnya.Maka Khilafah Abbasiyah pun memberikan izin pada Utsmani untuk menjaga dan meluaskan wilayah Islam ke barat.Bagai kapal layar yang telah siap mengarungi samudera mendapatkan angin darat, Utsman memimpin kesultannannya dengan elegan.Utsman mengarahkan seluruh potensi Muslim Turki kearah barat, ke kota yg djadikan gelar kehormatan bagi Muslim,Konstantinopel.

Lalu menanamkan kepada keturunan darahnya mahupun keturunan aqidahnya akan pentingnya penaklukkan Konstantinopel secara akidah.Sehingga penaklukkan Konstantinopel menjadi harapan dan ambisi bersama seluruh bani Utsmani.Menjadi Kizil Elma (Apel Merah) yang sangat menggiurkan, puncak prestasi tertinggi dalam militer Utsmani.Dan sepertinya perlu 7 generasi untuk mewujudkannya. Ditangan seorang pemuda berumur 21 tahun dari keturunannya.

MUHAMMAD AL FATIH 1453 (3)

MUHAMMAD AL FATIH 1453
Episode 3:"The Power of Turks"

Angin kering utara bertiup kencang.Semuanya bermula pada satu masa yg silam, tatkala nabi Nuh turun dari bahteranya .Saat itu Nuh bersama 3 anaknya. HAM adalah bapak bangsa kulit hitam, SEM adalah bapak bangsa kulit putih, YAFET bapak bangsa kulit kuning Ham menurunkan ras Hamit yang mendiami Afrika, ras berkulit hitam (yaman, sudan, habasyah) dan wilayah selatan.Sem menurunkan ras Semit yang mendiami timur tengah (arab, persia, syria, yunani,latin) dan barat dunia.Yafet menurunkan ras Yafetik yang mendiami bagian utara (cina, rusia, mongoloid) dan timur dunia

keturunan Nabi Nuh : Sem-Ham-Yafet

Ras Yafetik, menjelma bangsa yang gemar berperang, mempunyai naluri penaklukkan dari lahirnya, bangsa yang kuat.Bangsa Cina sebut mereka Xiongnu, Yunani kenal mereka Sos, Barat kenal mrk sbg Simmeria/Schytian.Orang Kristen menyebut raja Yafetik sebagai Gog dan Magog, dan Muslim mengenal mereka sebagai.

*siiiing*

Ya'juj dan Ma'juj!

Ya'juj dan Ma'juj yg akan menghancurkan dunia kedua kalinya akan muncul dari tempat yg tinggi, begitu peringatan Allah.Rasul berkata Ya'juj dan Ma'juj akan menguasai dunia dan menimbulkan kehancuran yang besar pada bumi Allah.Ketika Dzulqarnain masih ada, beliau menghalau bangsa Ya'juj dan Ma'juj ke utara dan mengurungnya dengan tembok .Tembok besi berlapis tembaga yang takkan hancur sampai akhir zaman ketika mereka kembali, begitu firman Allah Swt .

Namun, ketika Dzulqarnain menghalau Ya'juj dan Ma'juj, tertinggallah satu bagian dari mereka,

*hening*

~bangsa Turki~

Turki berasal dari asal bahasa taraka - turika (meninggalkan - ditinggalkan), tertinggal dari kelompoknya, Ya'juj & Ma'juj.Nabi pun pernah bersabda

"wa tarku turka idzaa tarkukum",
Yang bermaksud:Dan tinggalkanlah turki selama mereka meninggalkan kalian

Rasulullah menyadari potensi kekuatan Turki dan karenanya melarang peperangan terlebih dahulu dengan mereka.Nabi juga memprediksi bahwa 1/3 Turki akan memerangi Muslim, 1/3 yg lain meninggalkan Muslim, dan 1/3 menjadi bagian Muslim.Maka Utsman bin Affan ra, dialah yang melakukan kontak pertama kalinya ke tanah orang2 Turki dan menyeru mereka Muslim.Maka masuklah Islam dalam jumlah besar orang2 Turki, mereka menerima Islam dan memeluknya dengan kuat.Kita juga tak boleh lupa, ketika menghalau Ya'juj & Ma'juj, ada pula keturunan mereka yang tertinggal.

~Mongol ~

Mongol melanjutkan usaha buyutnya yang membuat kerusakan, menjarah tanah saudaranya, berperang tanpa etika.Sampai terusirlah bani Turki menuju daerah barat dari tanah asal mereka, menuju pusat kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad.Mujur bagi bani Turki, kesetiaan dan potensi militer mereka membuat mereka yang awalnya budak mendapat posisi baik.Pelan namun pasti, posisi2 militer penting satu demi satu dipegang bani Turki, walau mereka tetap setia pada Khilafah Abbasiyah.

Terlebih di satu zaman dimana Khalifah Mu'tashim mendapat banyak tentangan keran a mendukung paham mu'tazilah dan mendzalimi ulama.Mu'tashim pun membangun pusat pemerintahan baru, Samara (Sarra Man Ra'a) untuk menghindari cibiran org2 arab.Di kota Samara, kerana curiga dengan orangg2 arab, Mu'tashim menggunakan sebagian besar pegawainya dari bani Turki.

Begitulah Allah mempergilir kekuasaan, bani Turki yang awalnya budak berubah menjadi penguasa2 militer tinggi.Atas perintah Khalifah, panglima2 Turki pergi ke ujung barat, perbatasan dengan Byzantium, menjaga Khilafah dari ancaman.Bani Turki menjadi penguasa tanah perbatasan, dengan sumpah setia pada Khilafah Abbasiyah, membangun kekuasaan di perbatasan.Bani Saljuk yang terkenal dengan Sultan Alp Arslan dan Bani Ayyub yang terkenal dengan Salahuddin adalah keturunan Yafetik.Keturunan Yafet yang akhirnya memperkuat Islam inilah yang kita kenal nantinya dengan nama Mamalik (Mamluk).

Dengan Naluri perang lahiriahnya, Salahudin membuka jalan sampai ke asia kecil, dan Alp Arslan menguasai asia kecil.Sungguh panglima2 Islam keturunan Turki membela Islam dengan jiwa mereka, menjadikan jihad sebagai prestasi tertinggi.Mereka hidup diatas kuda dan bertamasya dengan jihad, bercanda dibawah bayang pedang mereka dan dengan bangga Muslim Turki menggelari diri mereka sebagai gazi (ghazi[un]: orang yg berperang).Gazi, ksatria iman begitu mereka menggelari yang paling kuat dan paling berani diantara mereka dan salah satu dari keturunan mereka benar-benar akan menjadi pemimpin terbaik sebagaimana bisyarah Rasulullah saw .